Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Saturday, 7 January 2012

Tingkat Kesadaran

/ On : 09:00/ Thank you for visiting my small blog here.

Tingkat kesadaranadalah ukuran dari kesadaran dan respon seseorang terhadap rangsangan darilingkungan, tingkat kesadaran dapat dibedakan sebagai berikut :
  1. Compos Mentis (conscious), yaitu tingkat kesadaran normal, sadar sepenuhnya, dapat menjawab semua pertanyaan tentang keadaan sekelilingnya..
  2. Apatis, yaitu keadaan tingkat kesadaran yang segan untuk berhubungan dengan sekitarnya, sikapnya acuh tak acuh.
  3. Delirium, yaitu gelisah, disorientasi (orang, tempat, waktu), memberontak, berteriak-teriak, berhalusinasi, kadang berhayal.
  4. Somnolen (Obtundasi, Letargi), yaitu kesadaran menurun, respon psikomotor yang lambat, mudah tertidur, namun kesadaran dapat pulih bila dirangsang (mudah dibangunkan) tetapi jatuh tertidur lagi, mampu memberi jawaban verbal.
  5. Stupor (soporo koma), yaitu keadaan seperti tertidur lelap, tetapi ada respon terhadap nyeri.
  6. Coma (comatose), yaitu tidak bisa dibangunkan, tidak ada respon terhadap rangsangan apapun (tidak ada respon kornea maupun reflek muntah, mungkin juga tidak ada respon pupil terhadap cahaya).
Perubahan tingkat kesadarandapat diakibatkan dari berbagai faktor, termasuk perubahan dalam lingkungankimia otak seperti keracunan, kekurangan oksigen karena berkurangnya alirandarah ke otak, dan tekanan berlebihan di dalam rongga tulang kepala.
Adanya defisit tingkat kesadaranmemberi kesan adanya hemiparese serebral atau sistem aktivitas reticularmengalami injuri. Penurunan tingkat kesadaran berhubungan dengan peningkatanangka morbiditas (kecacatan) dan mortalitas (kematian).
Jadi sangat penting dalam mengukurstatus neurologikal dan medis pasien. Tingkat kesadaran ini bisa dijadikansalah satu bagian dari vital sign.
Penyebab PenurunanKesadaran
Penurunan tingkat kesadaranmengindikasikan defisit fungsi otak. Tingkat kesadaran juga dapat menurun ketikaotak mengalami kekurangan oksigen (hipoksia); kekurangan aliran darah (sepertipada keadaan syok); penyakit metabolic seperti diabetes mellitus (komaketoasidosis) ; pada keadaan hipo atau hipernatremia ; dehidrasi; asidosis,alkalosis; pengaruh obat-obatan, alkohol, keracunan: hipertermia, hipotermia;peningkatan tekanan intrakranial (karena perdarahan, stroke, tomor otak);infeksi (encephalitis); epilepsi.
Mengukur TingkatKesadaran
Salah satu cara untuk mengukurtingkat kesadaran dengan hasil subjektif yaitu dengan menggunakan GCS (GlasgowComa Scale). GCS dipakai untuk menentukan derajat cidera kepala. Reflekmembuka mata, respon verbal, dan motorik diukur dan hasil pengukurandijumlahkan jika kurang dari 13, makan dikatakan seseorang mengalami ciderakepala, yang menunjukan adanya penurunan kesadaran.
Selain GCS, ada metoda lain yaitu menggunakansistem AVPU, dimana pasien diperiksa apakah sadar baik (alert),berespon dengan kata-kata (verbal), hanya berespon jika dirangsang nyeri(pain), atau pasien tidak sadar sehingga tidak berespon baik verbalmaupun diberi rangsang nyeri (unresponsive).
Nah metoda lain yang lebih sederhanadan lebih mudah dari GCS dengan hasil yang kurang lebih sama akuratnya, yaitumenggunakan skala ACDU, pasien diperiksa kesadarannya apakah baik (alertness),bingung / kacau (confusion), mudah tertidur (drowsiness), dantidak ada respon sama sekali (unresponsiveness).



Relate Posts



0 comments:

Post a Comment

Popular Posts